Showing posts with label socialmedia. Show all posts
Showing posts with label socialmedia. Show all posts

Thursday, February 13, 2025

Asal Mula Frasa Ubur Ubur Ikan Lele Hingga Viral Seperti Sekarang, Ada Yang Tau ?

 Frasa "ubur-ubur ikan lele" menjadi viral di media sosial Indonesia, terutama di TikTok dan X (Twitter). Ungkapan ini sering digunakan sebagai pembuka dalam pantun untuk menciptakan rima yang menarik dan mengundang tawa.

Asal-usul Frasa

  1. Video Tilang Tahun 2018
    Pada tahun 2018, beredar sebuah video seseorang yang terkena tilang dan spontan berkata, "Ubur-ubur ikan lele, kena tilang le." Ungkapan ini terdengar lucu dan mulai menyebar di kalangan netizen sebagai bagian dari candaan.

  2. Lagu Rap Ecko Show
    Di tahun yang sama, rapper Ecko Show merilis lagu berjudul "Ubur-Ubur Ikan Lele". Liriknya yang ringan dan unik semakin memperkuat popularitas frasa ini di dunia maya.

  3. Viral di TikTok Tahun 2024
    Pada akhir 2024, video tilang lama ini kembali diunggah ke TikTok, memicu tren baru. Banyak kreator konten mulai menggunakannya dalam pantun-pantun lucu dengan rima yang serupa.

Contoh Pantun yang Viral

  • "Ubur-ubur ikan lele, jangan lupa sarapan le."
  • "Ubur-ubur ikan lele, hati-hati di jalan le."

Meskipun pantun-pantun ini tidak mengikuti aturan pantun tradisional, pola dan rimanya tetap menarik serta menghibur. Popularitas frasa ini menunjukkan bagaimana elemen sederhana bisa berkembang menjadi tren besar di era digital, terutama dengan kreativitas komunitas media sosial.

Ubur-ubur ikan lele, jangan kabur tetap di blog saya lee !! :D


Daftar Kementrian Dan Lembaga Negara Yang Terkena Efisiensi Prabowo 2025

 Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah Indonesia melakukan efisiensi anggaran dengan total penghematan sebesar Rp306,69 triliun. Pemangkasan anggaran ini berdampak pada sejumlah kementerian dan lembaga negara. Berikut adalah daftar 10 kementerian/lembaga dengan pemangkasan anggaran terbesar:

  1. Kementerian Pekerjaan Umum: Rp81,38 triliun
  2. Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Saintek): Rp22,54 triliun
  3. Kementerian Kesehatan: Rp19,63 triliun
  4. Kementerian Perhubungan: Rp17,87 triliun
  5. Kementerian Agama: Rp14,28 triliun
  6. Kementerian Keuangan: Rp12,36 triliun
  7. Kementerian Pertanian: Rp10,23 triliun
  8. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Rp8,03 triliun
  9. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: Rp6,34 triliun
  10. Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN): Rp4,81 triliun

Selain itu, terdapat 16 kementerian/lembaga yang tidak mengalami pemotongan anggaran pada tahun 2025, antara lain:

  • Kementerian Pertahanan: Rp166,26 triliun
  • Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri): Rp126,64 triliun
  • Badan Gizi Nasional: Rp71 triliun
  • Kejaksaan Agung: Rp24,38 triliun
  • Mahkamah Agung: Rp12,68 triliun
  • Badan Intelijen Negara: Rp7,05 triliun
  • Dewan Perwakilan Rakyat RI: Rp6,69 triliun
  • Badan Pemeriksa Keuangan RI: Rp6,15 triliun
  • Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP): Rp2,47 triliun
  • Badan Narkotika Nasional: Rp2,45 triliun
  • Komisi Pemberantasan Korupsi: Rp1,26 triliun
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat RI: Rp969 miliar
  • Mahkamah Konstitusi: Rp611 miliar
  • Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan: Rp354 miliar
  • Kementerian Ekonomi Kreatif: Rp279 miliar
  • Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Rp268 miliar

Kebijakan efisiensi anggaran ini bertujuan untuk mengalihkan dana ke program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti program makan bergizi gratis dan upaya swasembada pangan serta energi. Meskipun beberapa kementerian/lembaga tidak mengalami pemotongan anggaran, mereka tetap diharapkan untuk menerapkan langkah-langkah penghematan dalam operasionalnya.

Saturday, January 16, 2016

[Opini] Emang Gedung Perkantoran Jakarta Aman Dari BOM ?

Brosist ....Jakarta adalah kota metropolitan, kota perekonomian indonesia, ibu kota negara indonesia dan bahkan ada yang mengatakan bahwa 80% uang itu beredar di Jakarta. Saya rasa nggak susah untuk menghancurkan perekonomin indonesia, tinggal buat situasi Jakarta tidak aman saja !, seperti yang terjadi hari kamis kemarin (Bom Sarinah), jika berkelanjutan efeknya apa ? para investor yang akan berbisnis ke indonesia akan hengkang dari indonesia, belum lagi nilai tuker dollar akan menguat, ujung2xnya akan banyak terjadi PHK di persuahaan2x, dan ujung2xnya kita sendiri yang akan terkena akibatnya.

Jakarta Indonesia
Jl HM Thamrin - Jakarta (The Jakarta Post)
Seperti yang sudah2x, kalau manusia itu baru sigap / berubah jika udah kejadian!, mau contoh ? saya contohkan salah satu gedung megah tempat saya bekerja di sudirman, awalnya sebelum masuk ke komplek gedung tidak menggunakan detector, cuman cek2x tas doank ketika akan masuk komplek, itupun cuman buka resleting, liat bentar, udah lsg di OK in boleh masuk !, gmn kalau ada yang bawa BOM ? udah pasti masuk kan ? ya meski gak masuk kedalam gedung karna ada screening mesin, tp seengaknya udah bisa masuk komplek gedung, dan bisa aja bom itu diselipin di sekitar gedung / atau di semak-semak ? kalau meledak gmn ? plus terositnya udah masuk ke komplek !!, udah kebanyangkan gmn ? ya mirip counter striker lah :p

Thursday, October 1, 2015

Hal-hal konyol di Sosial Media (Opini)

Brosist Sekalian..

Dengan semakin berkebangnya teknologi informasi, netizen kini dapat dengan mudahnya untuk mencari informasi, dalam hitungan detikpun informasi yang mereka cari sudah di dapatkan.
Begitu juga dengan sosial media yang (mungkin) awal nya hanya di peruntukkan untuk saling interaksi antar manusia satu dengan lainnya, sekarang mulai digunakan untuk hal yang menurut saya cukup konyol dan cuman bisa ketawa saja jika melihatnya :).

Social Media
Social Media

Berikut adalah beberapa hal yang menurut saya konyol yang sering saya jumpai di sosial media

1. Share Tentang Seseorang Yang Sakit Parah
Ini banyak sekali terjadi di Facebook, seseorang men-share gambar / link seseorang yang lagi sakit parah !, dan menuliskan kata-kata kira-kira seperti berikut "Tulislah amin, semoga penyakitnya di angkat oleh Tuhan YME bla bla bla ".
Dan dalam sekejab ratusan bahkan ribuan orang nge-like dan menulis "Amin" pada kolom komentar !. Sebenernya saya nggak ngerti maksudnya orang yang posting ini apa ya ? mau dianggap sebagai orang yang baik / peduli terhadap sesama atau gmn ya ? dan konyolnya lagi banyak followernya !.
Satu hal yang saya tahu, "Iman tanpa perbuatan itu mati", seseorang tidak akan berubah (sembuh dari penyakit) hanya dengan kita aminin aja !, kita juga perlu usaha untuk menyembuhkannya, apalagi ini yang cuman nulis "Amin" dikolom komen, maksudnya apa y ? mau dianggap sebagai pahlawan ?.
Kalaupun mau kita bisa minta no yang bisa dihub brp ? salurkan bantuan via rekening or lainnya ,itu sudah jelas lebih menolong. Terlalu banyak yang sok baik di sosial media but i doubt it in fact !, sorry to say this only my opinion.

2. Share Obat Non Medis Ampuh
Hal kedua adalah mirip dengan yang pertama, cuman beda kategorinya aja!. Seseorang melakukan share obat alternatif mujarab 100% pernyakit bisa hilang !. Damn! what's the prove? did use it ? or just get this from another sosmed ?
Dan kekonyolan kembali terjadi, semua balik men-saher obat2x itu dan secara medis masih belum tentu juga terbukti.
Saya sih nggak masalah ya, cuman kasihan aja yang pada ikutan ...ya mbok kalau mau men-share itu dipikir dulu ..